6masalah Langkah - Proses penobatan yang sederhana
Proses penahbisan yang sederhana
Setelah mengulas pesan dari Paray-le-Monial, sumber devosi kepada Hati Kudus, pada bagian pertama; setelah menjelaskan apa itu pengudusan Hati Yesus, pada bagian kedua; mari kita lihat sekarang, pada tahap ketujuh ini, bagaimana menjalani proses pengudusan dengan menyajikan langkah-langkah yang sederhana.
Kita dapat menjalani proses ini sendirian, bersama keluarga, atau dalam kelompok. Sebaiknya hal ini dilakukan di gereja, di hadapan Sakramen Mahakudus, jika memungkinkan yang sedang dipajang. Pada bagian pertama perjalanan kita, saya telah menjelaskan apa pesan dari Penampakan Hati Kudus kepada Santa Marguerite-Marie. Pada tahap kelima ini, kita memasuki bagian baru yang menjelaskan apa itu pengudusan.
Berikut ini adalah usulan alur acara yang sederhana:
- Mereka yang mampu dan bersedia, berlutut.
- Memohon Roh Kudus melalui doa atau nyanyian: Kirimkanlah Roh-Mu, Tuhan, dan segala sesuatu akan diciptakan. Engkau akan memperbarui muka bumi
- Berdoa dalam keheningan.
- Ucapkanlah rumusan pengudusan ini dengan perlahan dan penuh khusyuk. Ada rumusan dari Santa Marguerite-Marie, dan tentu saja dari Santo Claude. Berikut ini adalah rumusan yang biasanya kami panjatkan di tempat ziarah Paray.
Tuhan Yesus,
Engkau yang datang untuk menyalakan api di bumi, hari ini aku menyerahkan diriku sepenuhnya kepada kehendak Bapa dalam nafas Roh Kudus.
Sucikanlah hatiku, nyalakanlah dengan cinta dan kasih sayang.
Tumbuhkanlah dalam diriku keinginan untuk menjadi orang suci.
Atas nama Hati Maria yang Tak Bernoda, saya, ………,
Aku menyerahkan diriku sepenuhnya kepada Hatimu
untuk mencintaimu dan melayanimu.
Amin!
Apa yang menjadi komitmen kita melalui pengabdian kepada Hati Yesus?
01 Menghadiri Misa Minggu
Bukan sebagai beban, melainkan sebagai kewajiban yang dilandasi kasih. Menyelami hati Yesus juga dapat membuat kita menikmati berkat dari menghadiri Misa pada hari kerja sesekali.
02 Berkomitmen untuk meluangkan waktu untuk berdoa secara pribadi dengan Tuhan setiap hari
Jika keadaan memungkinkan, sebaiknya luangkan waktu ini di hadapan Sakramen Mahakudus yang dipajang. Kita juga dapat memuja Tuhan dalam Kehadiran-Nya yang nyata, bahkan di hadapan tabernakel yang tertutup. Dan jika keadaan fisik tidak memungkinkan untuk meluangkan waktu ini di gereja, kita dapat melakukannya di rumah, dengan menyiapkan sebuah «sudut doa».
03 Secara teratur mengikuti Sakramen Pengakuan Dosa
Dalam kepeduliannya, Gereja mengajarkan kepada kita bahwa kita harus mengaku dosa-dosa berat setidaknya sekali dalam setahun. Melalui sakramen pengakuan dosa, kita memasuki tahap kehidupan Kristiani yang lebih mendalam, dan disarankan untuk mengaku dosa setidaknya pada empat perayaan besar dalam tahun liturgi: Natal, Paskah, Kenaikan Bunda Maria, dan Hari Semua Orang Kudus.
04 Devosi pada hari Jumat pertama setiap bulan
Misa Suci pada malam sebelumnya; Misa Votif Hati Kudus, adorasi, dan mungkin pengakuan dosa pada hari itu juga. Pengalaman menunjukkan bahwa praktik ini, yang direkomendasikan oleh Kristus kepada Marguerite Marie dalam penampakan besar kedua pada tahun 1674 dan yang disertai janji bagi mereka yang menerima Komuni, membuahkan banyak hasil berupa pertobatan, penyembuhan, dan penghiburan dalam bidang pastoral: «Aku berjanji kepadamu, dalam belas kasihan yang melimpah dari Hati-Ku, bahwa cinta-Nya yang mahakuasa akan menganugerahkan kepada semua orang yang menerima Komuni pada sembilan Jumat pertama bulan berturut-turut rahmat tobat akhir, sehingga mereka tidak mati dalam ketidakberkenanan-Ku dan tanpa menerima sakramen-sakramen mereka, karena Hati Ilahi-Ku menjadi tempat berlindung yang pasti bagi mereka pada saat terakhir.» (Surat kepada Ibu Saumaise, 1688 atau 1689).
Pada tahap berikutnya
Kita akan membahas doa pengudusan lainnya, yaitu doa yang disusun untuk perayaan 350 tahun.
Pengudusan keluarga dapat dilakukan setelah itu. Hal ini dijelaskan dalam tahap kesembilan dari perjalanan kita.
Sekali lagi, luangkanlah beberapa saat untuk hening
Selanjutnya, kita dapat menyanyikan sebuah lagu, misalnya “Hati Yesus yang berkobar-kobar dalam kasih, nyalakanlah kami dengan Roh-Mu, jadikanlah hati kami serupa dengan Hati-Mu, buatlah kami berkobar-kobar dalam kasih.”.
Menyerahkan diri kepada Maria agar kata "Ya"-Nya menjaga kita tetap setia pada janji kita. Misalnya, dengan mengucapkan doa Salam Maria atau doa Maria indah lainnya yang kita sukai. Kita juga bisa menyanyikan "Totus tuus, Maria. Gratia plena Dominus Tecum. Totus tuus, ora pro nobis, Maria, Maria." Atau memperbarui pengabdian kita kepada Maria sesuai ajaran Santo LMGM.
Terakhir, akhiri upacara pengudusan ini dengan nyanyian syukur, misalnya “Marilah Memuliakan Allah Kita” / “Betapa Indahnya Karya-Mu” / “Terpujilah Nama Allah” / “Atas Keajaiban-Mu”.